Selasa, Juni 28, 2011

Biografi Mario Teguh - Motivator Termahal Di Indonesia




Mario Teguh (lahir di Makassar, 5 Maret 1956; umur 54 tahun) adalah seorang muslim yang menjadi motivator dan konsultan asal Indonesia. Nama aslinya adalah Sis Maryono Teguh, namun saat tampil di depan publik, ia menggunakan nama Mario Teguh. Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang. Mario Teguh sempat bekerja di Citibank, kemudian mendirikan Bussiness Effectiveness Consultant, Exnal Corp. menjabat sebagai CEO (Chief Executive Officer) dan Senior Consultan. Beliau juga membentuk komunnitas Mario Teguh Super Club (MTSC).


Tahun 2010 kembali meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia, MURI, sebagai Motivator dengan Facebook Fans terbesar di dunia.


Di awal tahun 2010, Beliau terpilih sebagai satu dari 8 Tokoh Perubahan 2009 versi Republika surat kabar yang terbit di Jakarta.

Sebelumnya Beliau membawakan acara bertajuk Business Art di O'Channel. Kemudian namanya semakin dikenal luas oleh masyarakat ketika ia membawakan acara Mario Teguh Golden Ways di Metro TV. Pada saat ini Mario Teguh dikenal sebagai salah satu motivator termahal di Indonesia.

Di tahun 2003 mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia, MURI, sebagai penyelenggara seminar berhadiah mobil pertama di Indonesia.

Pendidikan

Jurusan Arsitektur New Trier West High (setingkat SMA) di Chicago, Amerika Serikat, 1975.
Jurusan Linguistik dan Pendidikan Bahasa Inggris, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang (S-1).
Jurusan International Business, Sophia University, Tokyo, Jepang.
Jurusan Operations Systems, Indiana University, Amerika Serikat, 1983 (MBA).
PENGALAMAN
Citibank Indonesia (1983 – 1986) as Head of Sales
BSB Bank (1986 – 1989) as Manager Business Development
Aspac Bank (1990 – 1994) as Vice President Marketing & Organization Development
Exnal Corp Jakarta (1994 – present) as CEO, Senior Consultant
Spesialisasi : Business Effectiveness Consultant

BUKU KARANGAN MARIO TEGUH
Becoming a Star (2006)
One Million Second Chances (2006) Biodata

PRESTASI MARIO TEGUH DI TAHUN 2010
Meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia, MURI, sebagai Motivator dengan Facebook Fans terbesar di dunia.
Terpilih sebagai satu dari 8 Tokoh Perubahan 2009 versi Republika surat kabar yang terbit di Jakarta.

Sebelumnya Mario Teguh membawakan acara bertajuk Business Art di O’Channel. Kemudian namanya semakin dikenal luas oleh masyarakat ketika ia membawakan acara Mario Teguh Golden Ways di Metro TV. Dan pada saat ini Mario Teguh dikenal sebagai salah satu motivator termahal di Indonesia.
TIPS MARIO TEGUH


Semua keberhasilan dan kegagalan seseorang itu berasal dari masing masing orang tersebut, memulai suatu usaha apapun harus dimulai dari sikap dan cara berpikir kita dalam menanggapi berbagai situasi yang akan ditemui dalam mengarungi kerasnya kehidupan ini. Semua kita ini adalah orang orang yang memiliki kelebihan dan kekurangan, tinggal bagaimana kita mengoptimalkan potensi kelebihan kita dan meminimalkan kekurangan kita, karna keseimbangan ke semua unsur kita adalah kinci sukses yang akan kita raih. Kita bukan harus berhasil, bukan harus sukses, tapi kita harus mencoba untuk sukses tampa kenal lelah dan kata menyerah, kegagalan adalah jenjang untuk sebuah kesuksesan bukan harus ditangisi dan disesali.
KUMPULAN KATA BIJAK MARIO TEGUH
KATA MUTIARA MARIO TEGUH | KATA MOTIVASI MARIO TEGUH

Jika anda menasehatkan sesuatu yang belum pernah anda lakukan, cepat atau lambat anda akan diuji dengan apa yang anda nasehati. Nasehatkan tentang kesabaran, maka kesabaran anda akan diuji.

Orang yang menghindari kesalahan, tidak akan tumbuh.

Nikmatilah setiap proses kehidupan.

Orang lain adalah cermin. Ada dua jenis : cermin baik dan buruk. Cermin buruk, sebaik apapun diri kita, akan tetap memantulkan gambar diri yang bengkok. Itulah mengapa anda perlu bergaul dengan lingkungan yang baik

Budi Pekerti adalah tindakan baik yang didasari oleh tujuan yang baik. Tujuan kemanusiaan dari budi pekerti adalah agar anda berguna bagi sesama.

Jika hidup dan matiku untuk Tuhan, untuk saya apa? Anda dapat apa yang Tuhan miliki.

Kebesaran orang bukan ditentukan oleh besar kecil tubuhnya, melainkan besar kecil hatinya.

Tidak mungkin ada dua benda dalam satu ruang. Pilih apa yang hendak anda masukkan ke hati anda : kebaikan atau kejahatan?

Hadiah pertama bagi orang yang melakukan kebaikan adalah kebaikan.

Penampilan terbaik dari seseorang adalah penampilan yang mewakili hati yang baik.

Manusia terindah adalah manusia yang bermanfaat untuk saudaranya.

Bagi pribadi yang tidak waspada dan tidak bersikap baik, dia bahkan akan menipu dirinya sendiri di hadapan pribadi yang mulia dan jujur kepadanya.

Harus datang akhir dari masa di mana orang mengambil keuntungan dari mengatakan dan melakukan yang tidak jujur kepada kita dan kepada mereka yang kita cintai.

Segala yang kita lakukan tidak ada yang tidak beresiko. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Ada beberapa panduan menyikapi resiko.
Resiko tidak seharusnya membuat kita ciut nyali, namun tidak seharusnya juga menjadikan diri sebagai orang yang tidak takut dosa.
Memilih sebuah hubungan adalah menerima resiko, cerminan diri kita dapat dilihat dari perilakunya terhadap kita.
Resiko seharusnya dapat membuat kita menjadi orang yang lebih baik.
Berfokuslah pada apa yang berani kita lakukan, hasilnya kita serahkan kepada Tuhan.

Jangan paksa orang untuk berubah. Berubah itu sulit. Berkasih sayanglah.
Perubahan itu tidak mudah, terutama untuk memperbaiki kualitas hidup.

Inginkanlah yang mudah, tetapi jangan lupakan keharusan mu untuk menjadi lebih kuat. Bukan pemberian yang mudah yang akan memudahkan hidup mu, tetapi kemampuan yang menjadikan mu pantas bagi semua pemberian besar – yang tidak mudah untuk didapat itu, yang akan menjadikan mu penegak kehidupan yang berjaya.

Lebih mudah meneruskan apa adanya, walau pun tidak mudah hidup dalam kesulitan. Maka jangan ganggu dia yang sulit berubah, walau pun itu untuk kebaikannya sendiri. Biarkanlah dia mengutamakan yang mudah sekarang, karena dia tidak keberatan dengan kesulitannya.

Orang yang hidup hanya untuk dirinya sendiri ・lebih mudah untuk merasa sedih dan tidak berguna.

Tujuan hidup adalah sebuah ketetapan yang mendasari semua rencana dan kerja kita, dan yang menjadi penjaga arah perjalanan.

Kasih sayang itu sederhana. Tetapi, tidak sederhana perannya dalam mencantikkan kehidupan kita. Marilah kita mengikhlaskanlah diri untuk mengasihi pasangan kita sepenuhnya.

Jika kita sedang benar, jangan terlalu berani dan bila kita sedang takut, jangan terlalu takut. Karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan kita.

Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari semua kekayaan.

Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil.

Kita hanya dekat dengan mereka yang kita sukai. Dan seringkali kita menghindari orang yang tidak tidak kita sukai, padahal dari dialah kita akan mengenal sudut pikiran yang baru.

Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan.

Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang diidamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan.

Jangan menolak perubahan hanya karena kita takut kehilangan yang telah dimiliki, karena dengannya kita merendahkan nilai yang bisa kita capai melalui perubahan itu.

Kita tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila kita berkeras untuk mempertahankan cara-cara lama kita. Kita akan disebut baru, hanya bila cara-cara kita baru.

Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan. Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap kita tepat, dan tidak ada yang bisa menolong bila sikap kita salah.

Orang lanjut usia yang berorientasi pada kesempatan adalah orang muda yang tidak pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi pada keamanan, telah menua sejak muda.

Hanya orang takut yang bisa berani, karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang ditakutinya. Maka, bila merasa takut, kita akan punya kesempatan untuk bersikap berani.

Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang tepat. kita akan menjadi lebih damai bila yang kita pikirkan adalah jalan keluar masalah.

Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan yang kemudian kita dapat.

Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku seperti orang yang terus memeras jerami untuk mendapatkan santan.

Bila kita belum menemukan pekerjaan yang sesuai dengan bakat kita, bakatilah apapun pekerjaan kita sekarang. Kita akan tampil secemerlang yang berbakat.

Kita lebih menghormati orang miskin yang berani daripada orang kaya yang penakut. Karena sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa depan yang akan mereka capai.

Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan.

Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin,kita akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin kita capai.

Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.

Bila kita mencari uang, kita akan dipaksa mengupayakan pelayanan yang terbaik. Tetapi jika kita mengutamakan pelayanan yang baik, maka kitalah yang akan dicari uang.

Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi orang tua yang masih melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan saat muda.

Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.

Kita lebih menghormati orang miskin yang berani daripada orang kaya yang penakut. Karena sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa depan yang akan mereka capai.

Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin anda capai.

Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita mungkin menua dengan berjalanannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri.



Referensi :

- http://www.isdaryanto.com/kata-kata-bijak-mario-teguh

- www.id.wikipedia.org/wiki/Mario_Teguh

Selengkapnya.........
Rabu, Juni 01, 2011

Konser Slank 28 Mei 2011



'Big Event Surya Promild Tour 2011'
Konser Slank 28 Mei 2011 stadion Ngurah Rai Denpasar


Denpasar (beritadewata) – Ribuan slanker (fans slank) memadati stadion Ngurah Rai Denpasar. Band slank yang digawangi Bim bim, Kaka, Abdi, Ridho, Ivan, ini mengguncang stadion dengan lagu-lagu lawasnya.

Selain Slank, band bergenre cadas, SID ikut meramaikan konser tersebut. Selain itu Nanoe Biroe juga semakin membuat krama Bali berdendang ria sejak pukul 20.00 hingga 23.30 wita pada sabtu kemarin.
Penonton sudah mulai memadati Stadion Ngurah Rai sebelum konser dimulai. Untuk jaminan keamanan, penonton wajib melepas ikat pinggang dan meninggalkan botol minuman yang dibawa.

Nanoe Biroe, sebagai pertunjukkan pembuka, cukup memberi pemanasan kepada penonton. Sejam kemudian, Boby cs langsung menyanyikan Satu Nusa Satu Bangsa sebagai lagu pembuka dari SID.

Setelah menyayikan beberapa lagu. Jerink juga tampil dengan gitar akustiknya, mendendangkan Lady Rose.

Sekitar 22.20 puncaknya, Kaka langsung mengebrak dengan lagu nakalnya Bang Bang Tut. Lagu-lagu lawas kemudian bergantian didendangkan seperti Gara Gara Kamu. “Piss.. Kenken kabare bali, becek-becek,” kata Kaka menyambut para slanker sambil bertelanjang dada.

Konser berjalan lancar meski para slanker harus sempat berduka. Pasalnya seorang slanker dari Aceh bernama Soni meninggal dunia karena kecelakaan saat dalam perjalanan menuju Bali. (Gie)

caption

sumber


Selengkapnya.........
Rabu, Juni 01, 2011

Perancang Lambang Garuda Pancasila



Siapa tak kenal burung Garuda berkalung perisai yang merangkum lima sila (Pancasila). Tapi orang Indonesia mana sajakah yang tahu, siapa pembuat lambang negara itu dulu? Dia adalah Sultan Hamid II, yang terlahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung Sultan Pontianak; Sultan Syarif Muhammad Alkadrie. Lahir di Pontianak tanggal 12 Juli 1913.

Dalam tubuhnya mengalir darah Indonesia, Arab –walau pernah diurus ibu asuh berkebangsaan Inggris. Istri beliau seorang perempuan Belanda yang kemudian melahirkan dua anak –keduanya sekarang di Negeri Belanda.


Syarif Abdul Hamid Alkadrie menempuh pendidikan ELS di Sukabumi, Pontianak, Yogyakarta, dan Bandung. HBS di Bandung satu tahun, THS Bandung tidak tamat, kemudian KMA di Breda, Negeri Belanda hingga tamat dan meraih pangkat letnan pada kesatuan tentara Hindia Belanda.

Ketika Jepang mengalahkan Belanda dan sekutunya, pada 10 Maret 1942, ia tertawan dan dibebaskan ketika Jepang menyerah kepada Sekutu dan mendapat kenaikan pangkat menjadi kolonel. Ketika ayahnya mangkat akibat agresi Jepang, pada 29 Oktober 1945 dia diangkat menjadi Sultan Pontianak menggantikan ayahnya dengan gelar Sultan Hamid II. Dalam perjuangan federalisme, Sultan Hamid II memperoleh jabatan penting sebagai wakil Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB) berdasarkan konstitusi RIS 1949 dan selalu turut dalam perundingan-perundingan Malino, Denpasar, BFO, BFC, IJC dan KMB di Indonesia dan Belanda.

Sultan Hamid II kemudian memperoleh jabatan Ajudant in Buitenfgewone Dienst bij HN Koningin der Nederlanden, yakni sebuah pangkat tertinggi sebagai asisten ratu Kerajaan Belanda dan orang Indonesia pertama yang memperoleh pangkat tertinggi dalam kemiliteran. Pada 21-22 Desember 1949, beberapa hari setelah diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio, Westerling yang telah melakukan makar di Tanah Air menawarkan “over commando” kepadanya, namun dia menolak tegas. Karena tahu Westerling adalah gembong APRA. Selanjutnya dia berangkat ke Negeri Belanda, dan pada 2 Januari 1950, sepulangnya dari Negeri Kincir itu dia merasa kecewa atas pengiriman pasukan TNI ke Kalbar - karena tidak mengikutsertakan anak buahnya dari KNIL.

Pada saat yang hampir bersamaan, terjadi peristiwa yang menggegerkan; Westerling menyerbu Bandung pada 23 Januari 1950. Sultan Hamid II tidak setuju dengan tindakan anak buahnya itu, Westerling sempat di marah. Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara. Dari transkrip rekaman dialog Sultan Hamid II dengan Masagung (1974) sewaktu penyerahan file dokumen proses perancangan lambang negara, disebutkan “ide perisai Pancasila” muncul saat Sultan Hamid II sedang merancang lambang negara.

Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah. Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR RIS adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang. Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.

Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri. AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “tidak berjambul” seperti bentuk sekarang ini. Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS.

Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950. Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno. Tanggal 20 Maret 1950, bentuk final gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.


Untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan menambah skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara di mana lukisan otentiknya diserahkan kepada H Masagung, Yayasan Idayu Jakarta pada 18 Juli 1974 Rancangan terakhir inilah yang menjadi lampiran resmi PP No 66 Tahun 1951 berdasarkan pasal 2 Jo Pasal 6 PP No 66 Tahun 1951. Sedangkan Lambang Negara yang ada disposisi Presiden Soekarno dan foto gambar lambang negara yang diserahkan ke Presiden Soekarno pada awal Februari 1950 masih tetap disimpan oleh Kraton Kadriyah Pontianak. Sultan Hamid II wafat pada 30 Maret 1978 di Jakarta dan dimakamkan di pemakaman Keluarga Kesultanan Pontianak di Batulayang.

Turiman SH M.Hum, Dosen Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak yang mengangkat sejarah hukum lambang negara RI sebagai tesis demi meraih gelar Magister Hukum di Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa hasil penelitiannya tersebut bisa membuktikan bahwa Sultan Hamid II adalah perancang lambang negara. “Satu tahun yang melelahkan untuk mengumpulkan semua data. Dari tahun 1998-1999,” akunya. Yayasan Idayu Jakarta, Yayasan Masagung Jakarta, Badan Arsip Nasional, Pusat Sejarah ABRI dan tidak ketinggalan Keluarga Istana Kadariah Pontianak, merupakan tempat-tempat yang paling sering disinggahinya untuk mengumpulkan bahan penulisan tesis yang diberi judul Sejarah Hukum Lambang Negara RI (Suatu Analisis Yuridis Normatif Tentang Pengaturan Lambang Negara dalam Peraturan Perundang-undangan). Di hadapan dewan penguji, Prof Dr M Dimyati Hartono SH dan Prof Dr H Azhary SH dia berhasil mempertahankan tesisnya itu pada hari Rabu 11 Agustus 1999. “Secara hukum, saya bisa membuktikan. Mulai dari sketsa awal hingga sketsa akhir. Garuda Pancasila adalah rancangan Sultan Hamid II,” katanya pasti. Besar harapan masyarakat Kal-Bar dan bangsa Indonesia kepada Presiden RI SBY untuk memperjuangkan karya anak bangsa tersebut, demi pengakuan sejarah, sebagaimana janji beliau ketika berkunjung ke Kal-Bar dihadapan tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan anggota DPRD Provinsi Kal-Bar.

sumber
May 1, 2011

Selengkapnya.........
Rabu, Mei 11, 2011

Biografi Bob Marley





Kapten Norval Sinclair Marley adalah seseorang yang berperawakan kecil. Ia adalah seorang pengawas tanah perusahaan Crown Lands, milik Pemerintahan Inggris yang telah menjajah Jamaika sejak tahun 1660-an yang terletak sebelah utara pulau itu. Pangkat yang disandangnya ia dapat saat menjadi komandan markas di Resimen British Hindia Barat. Suatu saat ia bertemu dengan Cendella, seorang wanita pribumi yang telah mamikat hatinya pada saat dia sedang berkunjung ke distrik Nine Miles. Hubungan mereka menjadi pergunjingan warga setempat karena Ras.


Pada Mei 1944 cedella mengejutkan keluarganya karena hamil. Sehingga pada hari jumat dilaksanakanlah pernikahan antara Norval dengan Cendella dan sehari setelah pernikahan mereka, Cendella diungsikan ke Kingston agar tidak tercorek namanya sebagai ahli waris keluarganya.

Dan akhirnya Cendella melahirkan seorang anak yang diberi nama Robert Nesta Marley yang lahir pada pukul 2.30, Rabu Februari 1945 dengan bobot enam setengan pon (3.25 kg) di Nine Miles. Konon pada malam kelahirannya, banyak orang melihat beberapa meteor jatuh, yang menurut keyakinannya akan lahir seorang tokoh besar.

Pada tahun 1950 Cendella pindah ke Trench Town – Kingston. Marley mulay berinteraksi dengan geng-geng jalanan yang kemudian berlanjut menjadi gerombolan bernama “The Rudeboys. Walaupun berperawakan kecil seperti ayahnya, tapi karena kekuatannya ia dijuluki “Tuff Gong”.

Setelah Marley drop out dari sekolahnya ia mulai tertarik dengan musik. Pada awal 1962 Bob Marley, Bunny Livingstone, Peter Mcintosh, Junior Braithwaite, Beverley Kelso dan Cherry Smith membentuk grup ska & rocksteady dengan nama “The Teenager” yang nantinya berubah menjadi The Wailing Rudeboys dan berganti lagi menjadi The Wailing Wailer dan akhirnya menjadi The Wailers.


Pada tahun 1977, Bob Marley divonis terkena kanker kulit, namun disembunyikan dari publik. Bob Marley kembali ke Jamaica tahun 1978, dan mengeluarkan SURVIVAL pada tahun 1979 diikuti oleh kesuksesan tur keliling Eropa.


Bob Marley melakukan 2 pertunjukan di Madison Square Garden dalam rangka merengkuh warga kulit hitam di Amerika Serikat. Namun pada tanggal 21 September 1980, Bob Marley pingsan saat jogging di NYC’s Central Park. Kankernya telah menyebar sampai otak, paru-paru dan lambung. Penyanyi reggae inipun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Miami Hospital pada 11 Mei 1981 di usia 36 tahun, dengan meninggalkan seorang istri dan 5 orang anak.


Terlihat jelas melalui sinar matahari jamaika kamu dapat memilih bagian dari dongeng tentang Marley antara lain : tentang kesedihan, cinta, pemahaman, dan Godgiven talent.

Dua dekade setelah dia meninggal, Imensitas (kebesaran) Bob Marley menempatkannya menjadi satu diantara figur-figur transenden terbesar sepanjang abad. Riak-riak yang dilakukannya menyebrang dari sungai musiknya kedalam samudera politik, etika, gaya filsfat, dan agama (Rastafaria). Bob Marley dimasukkan ke dalam Rock n Roll Hall of Fame pada tahun 1994. Majalah time memilih lagu Bob Marley & The Wailers Exodus sebagai album terbersar pada abad ke-20. pada tahun 2001 ia memenangkan Grammy Lifetime Achivement Award.

Pada tahun yang sama kemudian film documenter tentang hidupnya dibuat oleh Jeremy Marre, Rebel Music, dinominasikan untuk The Best Long Form Music Video documentary at the Grammies, serta penghargaan untuk beberapa kategori lainnya. Dengan kontribusi dari Rita, The Wailers, dan para pecintanya serta anaknya, film tersebut menceritakan tentang Marley, yang juga disertai kata-kata Marley sendiri. Pada musim panas tahun 2006, Kota New York memberikan penghargaan tersendiri bagi Bob Marley dengan memberi nama pada jalam gereja dari jalan Ramsen ke East 98th street dibagian timur Brookliyn dengan memberi nama “Marley Boulevard”. Dan masih banyak lagi penghargaan yang Bob Marley dapatkan.

Kisah hidup Bob Marley adalah sebuah arketipe, itulah kenapa karya-karyanya abadi dan terus bergema. Bob Marley berbicara tentang represi politik, wawasan metafisik dan artistic, kesejahteraan dan apa saja yang mengusiknya. “No Women No Cry” masih akan terus mengahapus air mata dari wajah seorang janda “Exodus” masih akan memunculkan ksatria, “Redemtion Song” masih akan menjadi tangisan emansipasi untuk melawan segala tirrani, “Waiting in Vaint” akan tetap menggairahkan, dan “One Love” akan terus menjadi himne internasional bagi kesatuan kemanusiaan didunia melampui batas-batas, melampui kepercayaan-kepercayaan, di mana tiap orang akan sadar dan mempelajarinya.

Bob Marley bukan hanya sekedar bintang musik yang sebagian besar rekamannya memecahkan rekor internasional, namun ia juga menjadi sebuah figure moral dan religius. Selain Bob Marley kita juga harus mengakui bahwa banyak musisi yang lebih unggul dari penemuan instrumental, gaya vocal gubahan musik, dan sebagainya.tetapi hanya Bob Marley yang dapat membuat kita melihat ribuan orang Hpi dari Mexico, Maori dari Selandia Baru bahkan komunitas-nya di Indonesia (Jogjakarta dan Bali), berkumpul tiap tahun untuk menghormatinya.

Banyak penggemarnya di seluruh dunia meniru gaya rambut dreadlocknya karena fanatic walaupun tidak sedikit pula yang meniru dreadlock Bob Marley karena terkena imbas voyeurisme, padahal sebenarnya dreadlock Bob Marley sebagai bagian dari keyakinannya akan ajran Rastafarian, dan bukan dari pengkulturan dari selebriti idolanya. Pada umumnya di Indonesia, sosok Bob Marley banyak diidentikkan dengan ganja, padahal ganja adalah ritual serta bagian dari ajaran Rastafarian dan Bob Marly adalah penganutnya. Wajar bila ia mengkonsumsi, menjadikan syair, dan menyanyikannya.

Selengkapnya.........
Jumat, Maret 25, 2011

Hemat Air Bersih dari Sekarang



VIVAnews - Walaupun, menurut LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), wilayah Indonesia memiliki 6% dari persediaan air di dunia atau sekitar 21% persediaan air di Asia Pasifik, namun kelangkaan dan kesulitan mendapatkan air bersih dan layak pakai, mulai menjadi masalah di banyak tempat. WALHI menyatakan, hal ini terjadi karena ketersediaan air bersih cenderung berkurang akibat kerusakan alam dan pencemaran, yaitu diperkirakan sebesar 15-35% per kapita per tahun. Dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 200 juta, kebutuhan air bersih menjadi semakin mendesak.

Perlu Anda tahu, ahli konservasi dunia memperkirakan dua dari tiga penduduk dunia akan kesulitan mendapatkan akses bersih pada tahun 2025. Sebab itu, sebanyak 25.000 ahli konservasi sempat berkumpul di Istanbul, Turki untuk membicarakan masalah kelangkaan air bersih tersebut.
"Perubahan iklim dan permasalahan krisis air jelas menjadi pembahasan utama dalam pertemuan mendatang, selain bencana seperti badai," kata kepala IUCN, Mark Smith seperti dilansir RedOrbit.
Tapi, yang cukup mengkhawatirkan saat ini air bersih di perkotaan mulai langka. Jadi, hematlah air bersih mulai dari sekarang. Caranya antara lain:
- Kurangi penggunaan air. Usahakan tidak membuang-buang air saat mandi. Investasikan toilet rumah yang memiliki fitur menyiram secara ekonomis. Matikan keran ketika sedang menggosok gigi, dan mencuci baju hanya jika sudah terkumpul banyak.
- Gunakan produk atau servis yang mendukung program air bersih, daur ulang dan hemat air. Sebagai contoh, pilih produk yang membantu pengadaan air bersih di daerah terpencil di Indonesia. Produk ini diproses perusahaan yang mendaur ulang air limbah. Selain itu, cuci mobil atau motor di tempat cuci kendaraan manual. Pasalnya, alat pencuci mesin lebih banyak menggunakan air.
- Bawa botol minuman dari rumah. Membeli air dalam kemasan justru bisa menyebabkan boros air bersih. Untuk memproduksi botol-botol tersebut diperlukan banyak sekali air. Selamatkan lingkungan dengan mengurangi pembeliannya , dan beli botol minuman berbahan alumunium yang dapat dipakai berulang-ulang dalam jangka waktu lama.
- Tanam tumbuhan yang hemat air. Beberapa jenis rumput perlu disiram secara teratur agar tidak kering dan mati. Jika Anda sudah terlanjur memiliki jenis rumput tersebut, sebaiknya kurangi area rumput dan ganti dengan tanaman yang pada umumnya dapat tumbuh dengan baik tanpa harus sering disiram.


sumber:
VIVAnews.com



Selengkapnya.........
Jumat, Maret 25, 2011

Hari Air Sedunia

Hari Air Sedunia (Inggris: World Day for Water) adalah perayaan yang ditujukan sebagai usaha-usaha menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih dan usaha penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan
Hari Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret, inisiatif peringatan ini di umumkan pada Sidang Umum PBB ke 47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brasil.
Setiap tahunnya pada Hari Air Sedunia terdapat tema khusus, contohnya pada 2009 "Air Bersama, Peluang Bersama" (Shared water, shared opportunities).


Selengkapnya.........
Selasa, Maret 08, 2011

Jangan Mentang-mentang Film Hollywood Terus Enggak Bayar Pajak




BIMBIM Slank kesal dengan sikap importir film yang tergabung dalam Motion Picture Association (MPA) dalam memutuskan penarikan film-film Hollywood di bioskop tanah air.

Seharusnya, sebagai rumah produksi film-film berkualitas, Hollywood harus sadar diri menunaikan kewajibannya membayar pajak yang dihasilkan dari keuntungan memutar film di Indonesia.

"Jangan mentang-mentang dari luar negeri bisa dapat servis lain dan enggak kena pajak, paling tidak pajak yang diberikan tersebut bisa melindungi film nasional Indonesia," bilang Bimbim saaty ditemui di Studio Dahsyat RCTI, Jakarta Barat, Senin (21/2).

Dia melanjutkan, selama ini perfilman Hollywood sudah mengeruk keuntungan berlipat dari penonton di Indonesia. Bayangkan saja, sambung Bimbim, film-film Hollywood yang tayang di bioskop Indonesia hampir semua digemari masyarakat.

"Masa sudah segitunya masih berat bayar pajak. Karena jika mau bersaing, terus terang kita pasti kalah antara film asing dengan film Indonesia, tapi kita nggak pernah lupa bayar pajak," puji Bimbim


http://www.tabloidbintang.com/

Selengkapnya.........
Selasa, Maret 08, 2011

Metamorfoblus: Film Slank Untuk Slankers



ANDA menonton Generasi Biru tahun lalu? Saya nonton. Di bioskop yang sama saya melihat beberapa remaja tanggung yang saya kira pengagum Slank alias Slankers.

Belum sampai dua pertiga film, kumpulan remaja tanggung Slankers keluar bioskop duluan. Ada apa ini? Masak Slankers tak tahan nonton film Slank sampai habis?

Sebetulnya, andai tidak meniatkan diri mengulas filmnya usai nonton, saya juga mungkin akan memilih keluar. Tapi, bagi pengulas film, haram tak nonton film sampai habis lalu memberi nilai. Walau tak suka, saya tonton Generasi Biru sampai kelar.

Kritik saya pada Generasi Biru adalah bahwa Slank dan Garin Nugroho (sutradaranya) ternyata tak cocok. Dua nama besar itu malah mencipta sebuah chaos ketika kolaborasi bareng. Garin menafsir Slank macam-macam lewat lagu-lagunya yang kemudian dikoreografi ulang. Hasilnya, tak lebih dari video klip yang panjang. Ada Slank begini, Slank begitu mengikuti alunan lagu dalam tafsiran Garin. Di sini berarti, Garin menyuguhi segala simbolisme yang jadi ciri khasnya ke dalam lirik-lirik lagu Slank. Lagu-lagu Slank yang slengean, slebor, tidak canggih, tidak nyastra mendadak jadi mengawang-awang, avant garde, bercita rasa seni tinggi. Hal ini mungkin yang membuat sejumlah Slankers yang menonton bersama saya tak tahan menonton sampai habis. Mereka merasa tak sedang menonton Slank yang mereka akrabi. Mereka malah disuguhi Slank yang nyeni, meliuk menari bak suguhan teater dan tari kontemporer di Taman Ismail Marzuki yang tentu, bukan tempat yang diakrabi kaum Slankers.



Slankers bergaya.
Saya tak hendak mengatakan Slank tak boleh “naik kelas” jadi nyeni. Atau, saya juga tak hendak bilang daya tangkap Slankers demikian payah untuk menafsir suguhan Garin. Persoalannya semata karena Garin sendiri yang mencampur aduk berbagai lagu Slank hingga seperti suguhan sejumlah video klip yang masing-masing berdiri sendiri dan tak punya jalinan cerita yang ajeg alias enak untuk diikuti.

Meski begitu, ada bagian di Generasi Biru yang mungkin disuka Slankers. Yakni bagian dokumentasi Slank manggung dan tingkah Slankers di Batam hingga Timor Leste.

Bagian dokumenter Slank adalah hasil kerja Dosy Omar. Tapi, Generasi Biru adalah karya Garin. Dokumenter Dosy yang lebih pas menggambarkan Slank dan Slankers harus minggir.

Saat nonton Generasi Biru, saya mengidamkan dokumenternya jadi film tersendiri. Syukurlah, sineasnya dan Slank pun berpikiran sama.

Hasilnya bisa kita saksikan kini sebagai film berjudul Metamorfoblus. Inilah jahitan gambar-gambar yang dibuang sayang dan tak muncul di Generasi Biru. Sebagai sebuah jahitan, Dosy Umar menggunakan dua jenis bahan: Slank dan Slankers.

Lewat Metamorfoblus kita melihat personel Slank sampai ke dapur mereka. Kita melihat personel Slank dari mulai bangun tidur, keseharian mereka di rumah, di mobil, manggung, dan macam-macam. Yang paling asyik buat saya adalah saat personel Slank menyanyi di kamar mandi, menyanyikan lagu “Hei Sista.” Lagu ini tak pernah muncul di album Slank manapun. Mencermati lagunya, saya teringat lagu-lagu Beatles saat band itu sedang ketagihan LSD dan terpesona pada budaya India. Aroma bebunyian khas India di lagu “Hei Sista” membawa saya pada Beatles. Dan menontonnya di sini adalah kesempatan langka yang sayang buat dilewatkan.


Selain itu, kepada kita, Slank bicara banyak hal. Terutama soal mereka yang kecanduan narkoba—sebuah topik yang sepertinya tak bisa dilepaskan dari Slank. Kita tahu, hingga awal 2000-an Slank kecanduan narkoba. Kemudian mereka memproklamirkan diri bebas dari narkoba. Yang saya sempat kaget dari film ini adalah sikapnya yang ambigu kepada narkoba. Dalam satu wawancara, Kaka dengan jujur mengatakan narkoba justru memberi kontribusi bagi kreativitas mereka. Ia memberi kredit khusus pada narkoba. Dari pergumulan Slank dengan narkoba, kata Kaka, Slank menghasilkan 9 album.


Slank saat manggung di Timor Leste.
Kenyataan ini seolah hendak mengatakan narkoba, pada titik tertentu, memang ada gunanya. Bikin kreatif. Jika tak bisa mencernanya dengan jernih jangan-jangan orang malah lari ke narkoba demi kreativitas. Selain itu, ada pula saat-saat Bimbim lebih milih ngebir di ruang karaoke ketimbang pulang usai manggung. Sebagai suguhan gambar, bagian ini ciamik karena menunjukkan sineasnya mendapat keistimewaan bersama Slank setiap saat. Tapi, sebagai sebuah bagian film yang utuh, bagian ini memperlihatkan Slank yang masih akrab dengan hal-hal yang diharamkan (di luar narkoba). Jika ingin memperlihatkan Slank sebagai panutan, bagian ini justru membalikkan niatan itu.

Yang juga kurang lengkap dan ajeg dari dokumenter ini adalah sejarah Slank. Di film ini, sineasnya seolah alpa membahas kelahiran Slank dari awal. Kita langsung disuguhi Slank masa kini dengan Bimbim (drum), Kaka (vokal), Ivanka (bas), Abdee (gitar), dan Ridho (gitar). Sineasnya seperti hendak mengandaikan Slank dari dulu ya personelnya yang ada sekarang itu. Padahal, sebagai band yang sudah lebih dari 20 tahun berdiri, Slank punya sejarah panjang gonta-ganti personel. Yang paling menyita perhatian tentu saat Bimbim dan Kaka memecat Bongky, Pay dan Indra sekaligus. Ditengarai, mereka dipecat karena sudah terlalu ketagihan narkoba dan tak fokus lagi pada Slank. Jika ingin menyoroti Slank dalam kubangan naarkoba, peristiwa pemecatan itu mestinya masuk film. Tidaklah sulit mencari potongan berita soal Slank. Apalagi sineasnya dapat all access bersama Slank.


Amat disayangkan bagian sejarah Slank tak muncul barang secuil di film ini. Makna metamorfosis yang diangkat jadi judul sepertinya tidak lengkap karena kita tidak lihat bagaimana Slank bermetamorfosis dari dulu sampai sekarang.

Kendati begitu, Metamorfoblus tetaplah karya ciamik dengan segala kekurangannya itu. Inilah film dokumenter yang berhasil menyoroti Slank sebagai group band rock ‘n roll terbesar yang dipunyai negeri ini. Tak peduli sekarang sedang zamannya musik Melayu, Slank tetap yang terbesar.


Orang tua juga ikut menikmati Slank.
Terutama bila kita mengikuti bagaimana tingkah polah Slankers di film ini. Ada sejumlah Slankers yang jadi fokus cerita film. Ada seorang polisi di Batam berambut Mohawk yang punya kartu anggota Slankers. Rumahnya dipenuhi foto dan poster Slank. Ada pula seorang Slankers korban narkoba di Yogyakarta yang pakai narkoba demi meniru Slank dan kemudian sadar berkat surart yang ditulis khusus oleh Bimbim dan Bunda Iffet (ibunda Bimbim yang juga manager Slank) untuknya. Sang ayah pemuda itu berusaha menemui Slank saat konser di kotanya untuk khusus berterimakasih. Melihat sang ayah berpeci menangis saat menonton Slank benar-benar pemandangan yang menggetarkan.

Ada pula kisah kegigihan Slankers Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang sangat ingin menonton Slank di Dilli, Timor Leste. Mereka sampai mendadak bikin paspoor untuk bisa masuk Dilli. Di Kupang, ada 2 orang yang tak dapat paspor. Gagal di Kupang, mereka buat paspor di kota lain.


Polisi Slanker.
Sampai di Dilli, kita disuguhi pemandangan yang tak kalah menggetarkan. Slank begitu dipuja oleh pemuda-penuda Timor Leste. Tak ada aura permusuhan di antara dua negara yang pernah berseteru karena pisah tahun 1999 itu. Slank menjadi duta besar rock ‘n roll yang disambut lasngsung sang presiden Timor Leste Xanana Gusmao. Melihat bagaimana Slankers Kupang (Indonesia) dan Slankers Dilli (Timor Leste) bersatu penuh persahabatan sangat mengharukan.

Melihatnya seperti menonton orang-orang yang bahagia sudah menemukan “Pulau Biru” mereka bersama Slank. “Pulau yang indah bagai sorga/Manusia bijaksana hidup penuh dengan kesenangan.” ***

CATATAN: Jangan mencari film ini di bioskop umum. Sineasnya hanya akan memutarnya keliling kota di Indonesia. Dari rilis yang kami dapat, film ini akan diputar unuk umum di Jakarta pada 7 November, Bogor (13 November), Bekasi (14 Oktober), dan Cirebon (20 November).


Selengkapnya.........
Senin, Maret 07, 2011

WORLD SILENT DAY CAMPAIGN




Saat ini bumi menghadapi kerusakan lingkungan, konflik sosial atas sumberdaya yang kian langka, dan perubahan iklim. Semuanya disebabkan terutama oleh aktivitas produksi dan konsumsi manusia yang tidak ramah lingkungan. Manusia harus sadar bahwa bumi perlu diberi waktu untuk memulihkan diri.

Apa itu World Silent Day (WSD)?
Hari Hening Sedunia atau World Silent Day (WSD) adalah gerakan masyarakat bersama untuk menyelamatkan bumi. WSD merupakan gerakan moral untuk memberikan ruang bagi bumi untuk bernapas, walaupun hanya sehari.
WSD mengajak masyarakat dunia melakukan hening pada 21 Maret tiap tahun. Sesuai namanya, pada hari tersebut, umat manusia diminta menjadi hening, mengurangi kegiatan harian, termasuk mengurangi berkendaraan. Tiap orang diminta berkontribusi mengurangi konsumsi energi, sumberdaya alam dan bahan-bahan lain.
21 Maret dipilih sebagai simbol peralihan menuju kehidupan baru, saat matahari berada pada titik vernal equinox dan akan bergerak dari khatulistiwa ke arah utara. Keesokan harinya pada 22 Maret dilanjutkan dengan penghargaan terhadap air sebagai Hari Air Sedunia.
Hari Hening Sedunia atau World Silent Day (WSD) adalah gerakan masyarakat bersama untuk menyelamatkan bumi. WSD merupakan gerakan moral untuk memberikan ruang bagi bumi untuk bernapas, walaupun hanya sehari. WSD mengajak masyarakat dunia melakukan hening pada 21 Maret tiap tahun. Sesuai namanya, pada hari tersebut, umat manusia diminta menjadi hening, mengurangi kegiatan harian, termasuk mengurangi berkendaraan. Tiap orang diminta berkontribusi mengurangi konsumsi energi, sumberdaya alam dan bahan-bahan lain. 21 Maret dipilih sebagai simbol peralihan menuju kehidupan baru, saat matahari berada pada titik vernal equinox dan akan bergerak dari khatulistiwa ke arah utara. Keesokan harinya pada 22 Maret dilanjutkan dengan penghargaan terhadap air sebagai Hari Air Sedunia.

Bagaimana Ide WSD Muncul?
Gagasan WSD lahir menjelang penyelenggaraan Konferensi Perubahan Iklim (COP 13 UNFCCC) di Bali. Sebagai bagian partisipasi masyarakat Bali mengatasi perubahan iklim, Bali Organic Association (BOA), Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Eksekutif Daerah Bali, dan Yayasan Wisnu membentuk Kolaborasi Bali untuk Perubahan Iklim. Kolaborasi ini bertujuan memfasilitasi partisipasi masyarakat menyampaikan aspirasi mengenai keadilan iklim.
Melalui beberapa temu kampung, pertemuan Ornop dan diskusi terfokus, tercetus gagasan mengangkat kearifan lokal di Bali yakni Nyepi, sebagai salah satu cara mudah mengurangi emisi gas rumah kaca. Aspek ekologisnya dapat ditawarkan ke dunia internasional, sehingga kampanyenya disebut World Silent Day atau Hari Hening Sedunia.

Bagaimana Cara Berpartisipasi?
Setiap orang dapat berpartisipasi dalam WSD dan melakukan pengurangan konsumsi energi serta bahan lain secara kreatif. Hening selama 24 jam mungkin sulit bagi orang-orang di jaman ini. Namun pengurangan konsumsi tetap bisa dilakukan. Misalnya, seminggu sekali bersepeda ke tempat kerja atau mematikan beberapa barang elektronik.
Setiap orang dapat memilih caranya sendiri untuk melakukan hening.
Kirimkan pengalaman hening tersebut untuk dibagi kepada orang lain melalui mysilent@worldsilentday.org. Masyarakat juga bisa memberikan kontribusi dana, bahan kampanye, ide, waktu dan komitmen atau menjadi perwakilan WSD di daerah masing-masing

more info :
Jalan Pengubengan Kauh No. 94 Kerobokan, Badung – Bali
Telp/ Fax : +62 361 735 321 / 735 320
Email : info@worldsilentday.org
Situs web: http://worldsilentday.org


http://www.slank.com/slankissme/world-silent-day-campaign.html

Selengkapnya.........
Senin, Maret 07, 2011

Slank Dong


Selengkapnya.........